Info Hewan

5 Jenis Burung Air yang Mulai Langka di Tahun 2024

Pinterest LinkedIn Tumblr

BAHASHEWAN.ID – Burung air semakin menipis jumlahnya di alam bebas. Penyebabnya sangat beragam misalnya perburuan, perubahan lahan, dan pertumbuhan penduduk.

Konsumsi manusia akan jenis burung air tertentu juga sangat besar. Dari 197 jenis burung air yang ada di Indonesia, 60 persennya adalah satwa dilindungi. Apa saja itu?

Jenis Burung Air yang Mulai Langka

1. Bebek

Burung air yang satu ini sangat suka ada di air dan lahan basah. Kakinya yang berselaput memudahkannya berenang. Bebek pedaging banyak dijumpai di daerah-daerah peternakan atau penghasil bebek misalnya Cirebon dan Brebes. Orang Indonesia umumnya menyukai makan bebek dan juga telurnya yang bisa dijadikan bahan utama telur asin.

Sebagian spesies bebek termasuk dalam jenis burung air yang dilindungi. Contohnya adalah bebek laut dan bebek hutan atau entok rimban.

Di Taman Nasional Way Kambas saja jumlahnya tinggal tersisa 75 ekor. Maka, jangan konsumsi bebek-bebek langka, ya.

2. Angsa

Hewan cantik ini juga termasuk burung air yang dilindungi. Tidak hanya di Indonesia, di Eropa Angsa dieksploitasi untuk kepentingan konsumsi.

Tidak sedikit daging angsa yang dikenal lezat dan dijual di restoran-restoran megah itu adalah hasil dari eksploitasi. Belum lagi hilangnya habitat asli angsa hingga memaksa hewan ini hidup di kandang-kandang sempit.

Foie Grass adalah jenis hidangan yang terbuat dari hati angsa yang berasal dari proses kejam. Angsa akan diberi force feeding lalu ditempatkan di kandang kecil sebelum disembelih guna menghasilkan hati yang sarat lemak dan bercitarasa.

Upaya mencegah eksploitasi ini sudah dilakukan dengan mengganti bahan baku angsa menjadi Muscovy atau itik hibrida.

3. Pelikan

Sempat dinyatakan dilindungi, kini jumlah pelikan di Indonesia sudah meningkat. Burung air dengan kantung di bawah paruhnya ini hidup berkelompok dan bisa ditemui di seluruh dunia.

Kantung di bawah paruh ini berfungsi untuk menyimpan ikan untuk kemudian dimakan. Bisa juga digunakan untuk memberi makan anak-anaknya.

Di Indonesia, pelikan jarang bisa ditemui di alam bebas. Namun jika datang ke kebun binatang, maka kamu bisa melihat burung pelikan dengan mudah. Jenis pelikan yang ada di Indonesia adalah dari jenis undan kacamata atau Pelecanus Conspicillatus.

4. Bangau

Burung air berkaki panjang ini juga termasuk dalam kategori burung air yang dilindungi. Jumlahnya terus merosot dan sangat sulit ditemukan di alam bebas.

Misalnya saja bangau tong tong yang unik dengan kepala besar dan ukuran tubuh jumbo. Di tahun 2003 saja populasinya tinggal 2000 ekor bahkan kurang menurut birdlife.

Bangau lainnya yang juga langka adalah jenis Bluwok. Dengan semakin merosotnya lahan basah menjadi perumahan atau bangunan lain, jenis yang satu ini semakin jarang saja.

Di pulau jawa sendiri jumlahnya hanya 400 ekor sedangkan di Sumatera ada 1450 ekor. Bangau bluwok sendiri cukup unik bentuknya, paruhnya kuning dan panjang, sedangkan kepalanya berwarna merah jambu tanpa bulu.

5. Kuntul

Dulu, kuntul dapat dengan mudah dijumpai di area persawahan dan tepi-tepi sungai, namun sekarang semakin jarang. Bahkan bisa dikatakan mustahil bertemu burung air sejenis bangau berjambul ini.

Sebenarnya, burung ini adalah predator alami untuk hama padi. Seperti halnya burung air lain, kuntul akan bermigrasi pada waktu-waktu tertentu untuk mencari sumber makanan.

Dengan rusaknya alam dan semakin sulitnya mencari lahan basah, tentu saja proses migrasi tidak bisa berjalan dengan baik.

Jenis burung air yang semakin sedikit tadi menambah panjang masalah lingkungan dan ekosistem yang tampaknya masih sulit diatasi. Kebutuhan lahan pemukiman yang semakin besar adalah masalah utama yang masih jadi PR besar banyak pihak.

Write A Comment