Cara Berkembang Biak Burung Hantu

Cara Berkembang Biak Burung Hantu

Diposting pada

BAHASHEWAN.ID – Burung hantu biasanya diketahui sebagai hewan liar yang hidup bebas di alam. Namun, belakangan ini burung hantu mulai dilirik sebagai hewan peliharaan.

Munculnya minat memelihara burung hantu membuat peluang mengembangbiakan burung yang satu ini meningkat. Lalu, bagaimana cara berkembang biak burung hantu yang perlu diketahui peternak?

Cara Alami Burung Hantu Berkembang Biak

Salah satu cara yang bisa digunakan peternak dalam mengembangbiakan burung hantu adalah dengan cara alami. Sesuai namanya, cara ini menitikberatkan waktu bertelur burung di alam tanpa campur tangan peternak.

Melalui cara ini, peternak tidak perlu menyiapkan lingkungan yang sesuai, tetapi waktu berkembang biak burung lebih sulit diatur. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika peternak ingin menggunakan cara berkembang biak burung hantu secara alami.

1. Waktu perkembangbiakan

Burung hantu biasanya memasuki masa kawin ketika usianya menginjak delapan bulan. Dua kali adalah kemampuan burung ini bertelur dalam satu tahun. Umumnya, burung hantu akan mulai bertelur pada bulan Mei hingga Juni.

Setelah memasuki masa kawin yang pertama, burung hantu yang telah dewasa akan kembali memasuki masa kawin setelah 4 hingga 5 bulan. Berbeda dengan burung angsa, burung hantu tidak memiliki pasangan tetap. Burung ini bisa berpasangan dengan burung yang berbeda tiap masa kawinnya tiba.

2. Proses Bertelur

Jumlah telur yang bisa dihasilkan oleh burung hantu tiap kali masa bertelur adalah sekitar 12 buah. Namun, burung hantu tidak bertelur sekaligus.

Biasanya burung ini akan menghasilkan 4 telur dalam sekali berpasangan. Lalu, selagi ia mengerami telurnya ia akan mencari pasangan lain dan bertelur lagi. Jika telah mencapai jumlah 12 barulah burung hantu berhenti bertelur.

Telur burung hantu akan menetas dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan. Saat menetas burung hantu induk akan memberi makan pada anak-anaknya. Hanya saja jika ketersediaan makanan kurang, induk burung akan melakukan kanibalisme.

3. Faktor Kegagalan Penetasan Telur

Ketika bertelur, terkadang tidak semua telur yang dihasilkan oleh burung hantu bisa menetas. Kegagalan penetasan telur juga kerap terjadi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kegagalan tersebut antara lain:

  • Induk melakukan kanibalisme
  • Induk lebih memilih mencari makan ketimbang mengerami telurnya
  • Adanya hama dan penyakit
  • Lingkungan yang tidak memungkinkan seperti suhu dan cuaca

Cara Buatan

Selain cara alami, pengembangbiakan burung hantu juga bisa dilakukan dengan cara buatan. Namun, cara berkembang biak burung hantu melalui metode ini membutuhkan lokasi yang luas dan juga dana yang tidak sedikit.

Hal ini dikarenakan peternak harus membuat lokasi berkembang biak semirip mungkin dengan habitat burung hantu

1. Syarat Perindukan

Agar proses perkembangbiakan lancar, hal pertama yang harus dipenuhi adalah keberadaan indukan burung hantu. Pilih burung dengan usia 3 bulan dan pastikan terlebih dahulu jenis kelaminnya.

Mengingat burung ini akan memasuki masa kawin ketika berumur 8 bulan, maka peternak perlu merawat burung ini 5 bulan ke depannya.

Setelah masuk masa kawin, satukan burung jantan dan betina di kandang berukuran luas. Sebaiknya peternak tidak memaksa burung untuk kawin karena membuat burung mudah stress. Jika burung telah selesai kawin, nantinya burung betina akan meletakan telur di tempat yang sudah disediakan.

2. Kandang Burung

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk membuat tempat berkembang biak buatan adalah kandang burung. Agar semua proses bisa berlangsung lancar, kandang burung tidak boleh tidak luas.

Selain ukuran, banyak komponen yang harus dihadapi sehingga burung bisa hidup ngyaman. Tempat makan, tempat bertengger, dan juga tempat minum adalah serangkaian yang bahan yang diperlukan.

Bagi peternak, penentuan cara berkembang biak burung hantu yang akan digunakan adalah hal yang penting dan krusial. Dengan menentukan cara berkembang biak, peternak bisa menyiapkan semua yang diperlukan terutama dari sisi dana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *