Cara Memilih Ikan Koi yang Bagus

6 Cara Memilih Ikan Koi yang Bagus Untuk Dirawat di Rumah

Diposting pada

BAHASHEWAN.ID – Selain sehat dan lincah, memilih ikan koi yang bagus juga harus di perhatikan. Seperti apa kriteria ikan koi yang cantik dan bagus yang cocok dijadikan sebagai ikan hias? Yuk, simak tips berikut!

Ikan koi adalah primadona kolam ikan bagi si pemilik rumah. Ikan ini memang cantik dan menyenangkan untuk dipelihara. Warnanya yang beragam menambah semarak suasana rumah ditambah dengan gemericik air.

Sebelum membeli ikan ini, seseorang harus memahami cara memilih ikan koi yang bagus. Soal harga memang tak bisa dibohongi, untuk yang bagus pasti harganya mahal.

Selain indah dipandang mata, beberapa orang mempercayai kalau memelihara ikan koi di rumah bisa membawa keberuntungan. Ikan ini diyakini bisa membawa hoki, baik dari sisi jodoh, rezeki, maupun karier.

Cara Memilih Ikan Koi yang Bagus

Terlepas dari apapun tujuannya, saat akan membeli ikan koi jangan sampai tertipu. Harga ikan ini beragam, namun kalau tidak teliti bisa keliru membeli yang tidak berkualitas dengan harga tinggi.

1. Body Proporsional

Paling mudah menentukannya dari bentuk tubuh yang ideal, yakni 1:2 atau 1:3 perbandingan antara panjang dan tingginya. Kalau tampak atas, ikan ini akan terlihat agak membulat.

Tapi bukan berarti harus memilih yang gendut karena tidak menjamin tubuhnya proporsional. Justru lebih bagus memilih ikan yang tidak terlalu gemuk karena mempengaruhi kelincahannya.

Baca juga: Cara Karantina Ikan Koi yang Baru Datang

2. Warna Cerah

Pemilihan warna sering menjadi faktor utama pada pembeli. Hal ini tidak salah karena memang warna ikan koi adalah sesuatu yang bisa dinikmati. Warna tubuhnya harus cerah, kontras, serta memiliki garis khusus yang membatasi antar warna sehingga tubuhnya tampak berpola.

Walau warna oranye-nya cerah, hindari memilih ikan dengan warna putih kusam. Adapun untuk warna merah, jangan pilih yang merahnya agak kekuningan.

3. Sisik Utuh

Ikan yang sehat memiliki sisik yang rapi dan sempurna. Jadi,  cara memilih ikan koi yang bagus selanjutnya adalah mengecek bagian sisik. Tubuh ikan tertutup seluruhnya dengan sisik dan tidak ada yang terluka.

Bahkan apabila sedang bergerak, sisik ikan tampak mengkilap. Lalu, pastikan tidak ada bintik-bintik di sisiknya karena ini menandakan ikan bebas dari penyakit.

4. Ujung Sirip Lurus

Selain memperhatikan sisiknya, jangan melewati bagian sirip. Inipun penting untuk menentukan apakah ikan koi tersebut sehat atau tidak. Ikan yang sakit ujung siripnya tidak rapi atau grepes.

Bentuk sirip yang tidak rapi bisa juga disebabkan serangan dari ikan lainnya. Jadi ujung-ujung sirip ikan koi tersebut habis digigiti ikan lain. Sebenarnya sirip ini bisa tumbuh lagi, tapi kalau ditawarkan dengan harga tinggi sebaiknya pikir-pikir kembali.

5. Gerak Gesit dan Seimbang

Cara memilih ikan koi yang bagus juga bisa dilihat dari cara berenangnya yang gesit. Ini menunjukkan kalau ikan tersebut sehat dan tidak kegemukan. Gaya berenangnya pun tegas dan tidak miring ke kanan atau kiri.

Ikan yang tegak sudah pasti bisa berenang dengan seimbang. Keseimbangan ini perlu diperhatikan karena dengan begitu artinya sirip di bagian dada dan perut sama besar.

6. Senang Berkumpul

Terakhir, mungkin aspek ini jarang disadari tetapi sebenarnya bisa menjadi deteksi awal apakah ikan koi yang akan dibeli bagus atau tidak. Seseorang perlu curiga kalau si ikan tidak berenang bergerombol. Ikan yang sakit akan sering berada di pojok dan memisahkan diri dari kawanannya.

Sifat ikan koi salah satunya adalah suka berkumpul. Oleh sebab itu, perlu ditanyakan pada penjual apabila ada ikan yang terpisah dari kawanannya.

Baca juga: Suka Koi Lokal? Cek Harga Ikan Koi Lokal Kecil Terbaru

Seseorang tidak dapat dibohongi soal harga apabila telah mengetahui cara memilih ikan koi yang bagus. Sebagai ikan yang banyak diminati, tak jarang penjual menaikkan harga padahal kualitas ikan tidak sebanding.

Untuk ikan yang tujuannya akan dibudidayakan, perlu lebih selektif dalam memilih bibit karena berpengaruh pada anakan yang dihasilkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *