Cara budidaya kutu air

Cara Memelihara Kutu Air

Diposting pada

BAHASHEWAN.ID – Bagaimana cara memelihara kutu air dan perawatan yang tepat agar tetap hidup hingga panen? Berikut langkah budidaya dalam merawat kutu air yang benar sampai panen.

Kutu air atau daphnia merupakan salah satu pakan yang cocok dibudidayakan sebagai pakan ikan air tawar. Kutu air ini mengandung protein yang baik untuk ikan peliharaan kamu.

Selain itu, kutu air ini juga sangat mudah untuk dibudidayakan karena cukup menggunakan barang di sekitar kamu. Berikut cara memelihara kutu air.

Budidaya Kutu Air

Kutu air sering kali dibudidayakan sebagai pakan ikan. Selain caranya yang mudah, budidaya kutu air ini juga murah. Gimana cara memelihara kutu air? Berikut ulasannya.

1. Persiapkan Bibit Kutu Air

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendatangkan bibit kutu air. Kutu air sendiri banyak ditemukan di danau, sawah dan parit. Jika kamu ingin lebih cepat, kamu juga bisa membeli bibit kutu air di balai benih ikan.

Selain cara tersebut, kamu juga bisa mendapatkan benih sendiri dengan menggunakan kol dan air. Untuk mendapatkan bibit dari kol maka kamu cukup cari kol yang hampir membusuk agar lebih cepat menghasilkan bibit. Selanjutnya cuci kol tadi hingga bersih.

Siapkan wadah dan masukkan air ke dalam wadah tersebut. Kemudian masukkan kol yang sudah dicuci tadi dan biarkan selama kurang lebih satu minggu. Ketika kotoran kol sudah mengendap maka kutu air akan muncul di permukaan.

2. Menyiapkan Wadah Budidaya

Langkah selanjutnya persiapkan wadah yang akan digunakan untuk memelihara bibit kutu air. Kamu bisa memakai ember, drum, maupun kolam terpal.

Sesuaikan ukuran wadah dengan seberapa banyak kutu air yang ingin kamu pelihara. Untuk cara agar kutu air awet yaitu dengan menggunakan kolam.

Kutu air sendiri cenderung menyukai tempat yang lebar dan luas. Jika kamu memakai kolam maka kamu bisa buat ukuran kolam yang tidak terlalu dalam. Sebelum mengisi dengan air kamu bisa melakukan pengapuran di wadah.

3. Menyiapkan Air di Wadah

Cara ternak kutu air di ember selanjutnya, yaitu memasukkan air ke wadah. Air yang dipakai berupa air tua, yaitu air bersih yang sudah diendapkan.

Caranya, masukkan air bersih ke dalam wadah dan diamkan air di wadah sampai 4 hari hingga kotoran mengendap. Ketika air berwarna kecoklatan, itu artinya menandakan adanya perkembangan plankton.

Setelah itu, kamu bisa memulai memasukkan air tadi ke dalam wadah yang sudah disiapkan dan tebarkan bibit kutu ke wadah.

Masukkan air secukupnya saja jangan sampai satu wadah penuh. Jangan lupa untuk menutup wadah dan cegah wadah terkena pancaran sinar matahari langsung.

Biasanya kolam akan berwarna kemerahan yang menandakan kutu air sudah berkembang biak.

4. Pemberian Pakan

Dalam budidaya kutu air, kamu juga perlu memberi mereka makanan. Pakan ini ada bermacam macam. Kamu bisa memberi makanan kutu air berupa pupuk kandang, tepung, dedak, atau eceng gondok.

Pada artikel sebelumnya sudah saya bahas mengenai pakan untuk kutu air.

Cara memberi makan untuk kutu air sebenarnya cukup mudah. Pasalnya Kamu hanya perlu menyiapkan beberapa benda sederhana seperti:

  • Pupuk kandang
  • Tepung terigu atau tapioka
  • Ragi
  • Dedak
  • Eceng gondok
  • Limbah cair tahu

Caranya, taburkan saja bahan-bahan tersebut ke dalam wadah tempat kutu air hidup. Berikan secukupnya sekitar 2 kilogram saja, makanan akan habis dalam waktu kurang dari seminggu.

Pada umumnya, makanan yang bisa kamu berikan adalah pupuk kandang. Dengan memberikan pupuk kandang, budidaya kutu air akan lebih efektif. Tapi banyak juga makanan lain yang bisa Kamu berikan dan terbukti cukup efektif.

5. Pemanenan

Jika kutu sudah berkembang biak dengan sempurna, maka kamu bisa memulai memanen kutu air. Cara memanennya, yaitu dengan menggunakan jaring yang halus. Bersihkan kutu dengan air hingga bersih.

Jika sudah bersih kamu bisa memberikan kutu tadi sebagai pakan ikan peliharaan kamu. Biasanya proses pemanenan bisa dilakukan setelah 8 sampai 12 hari. Kutu ini cocok sekali untuk dijadikan pakan ikan tawar seperti cupang atau guppy.

Selain budidayanya yang cukup mudah, kutu ini juga bisa menghasilkan puluhan telur dalam sekali bertelur. Kamu bisa melakukan budidaya ini sebagai bisnis maupun untuk makanan ikan sendiri.

Cara Budidaya Kutu air dalam Jumlah Besar

Mungkin bagi peternak kutu air dengan skala besar, berikut ini cara yang haru dilakukan:

  • Sediakan bak-bak dengan ukuran 1 m²
  • Kotoran ayam sebanyak 10 kg dan larutkan pada 90 liter air
  • Kemudian larutkan direndam selama 5-10 hari dan usahan diberi udara
  • Jangan lupa berikan bungkil kelapa yang halus dan sudah diayak
  • Pemupukan pertama yang terdiri dari campuran kotoran ayam dan bubuk bungkil kelapa, lalu larutkan di dalam kantong, lalu gantung kantong tersebut di atas wadah peliharaan dan terus di peras supaya cairan keluar sampai benar-benar habis.
  • Pemberian pupuk seperti ini bisa di lakukan lagi sebanyak dua kali selama pemelihraan berlangsung dengan dosis yang lebih sedikit, sekitar ¼ – ½ dari dosis pemupukan pertama.

Cara Budidaya Kutu Air dengan Kotoran Puyuh di Ember atau Bak

Kutu air bisa di pelihara dalam bak atau ember. Berikut langkah budidaya kutu air dengan kotoran puyuh di ember:

  • Siapkan bak atau ember berukuran panjang 4 m, lebar 3 m dan tinggi 0,5 m 
  • Keringkan selama 3 hari
  • Isi air kurang lebih setinggi 30 – 35 cm
  • Masukan 2 ember kecil kotoran ayam atau puyuh yang sudah kering
  • Sebarkan 0,5 liter induk kutu air
  • Biarkan berkembang sendiri
  • Panen pada hari ke 7 – 12 dari penebaran
  • Panen dilakukan dengan sekup net halus.
  • Hasilnya ditampung dalam ember atau baskom.

Setiap bak dengan ukuran di atas dapat menghasilkan kutu air kurang lebih 10 kg dan bisa menghasilkan 2 kg sehari.

Supaya bisa berkembang lagi, bisa dilakukan pemupukan ulang selama 1 minggu sekali dan panen bisa dilakukan pada hari ke 5 atau tergantung populasinya.

Induk kutu air bisa diperoleh di perairan yang banyak mengandung bahan organik, contohnya sawah dan selokan yang airnya bergenang.

Baca juga: Cara budidaya kutu air dengan daun ketapang

Cara memelihara kutu air di atas bisa kamu praktekkan di rumah dengan menggunakan alat dan bahan yang ada di sekitarmu. Perhatikan pemilihan tempat karena jika terkena matahari langsung akan menyebabkan kutu lama berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *