Cara Budidaya Kutu Air dengan Daun Ketapang

Cara Budidaya Kutu Air dengan Daun Ketapang

Diposting pada

BAHASHEWAN.IDKutu air merupakan sumber pakan alami untuk ikan hias, seperti cupang dan guppy. Sayangnya, keberadaan kutu air ini sulit ditemukan.

Karena itulah, kami ingin berbagi cara budidaya kutu air dengan daun ketapang yang bisa Anda coba di rumah.

Keunggulan Budidaya Kutu Air dengan Daun Ketapang

Cara budidaya kutu air dengan daun ketapang termasuk paling gampang dipraktekkan, karena bahannya bisa Anda temukan di sekitar tempat tinggal. Penggunaan daun ketapang juga bisa menjadi solusi budidaya kutu air tanpa starter.

Karena Anda bisa langsung mengkulturnya tanpa membeli bibit terlebih dahulu. Selain itu, daun ketapang mampu mengatur pH air secara optimal serta menyediakan nutrisi berkualitas untuk ikan hias.

Cara Budidaya Kutu Air Pakai Daun Ketapang

Cara budidaya kutu air

1. Siapkan Kolam

Langkah pertama, siapkan kolam atau bak beton untuk tempat budidaya kutu air. Kalau memakai kolam, pastikan kolamnya terbuat dari fiber. Atau jika ingin yang lebih praktis, gunakan bak berbahan beton.

Selanjutnya, tuang air ke dalam kolam tersebut. Untuk hasil maksimal, gunakan air bekas akuarium, karena mengandung amoniak dan bakteri. Sehingga mampu memperbanyak kutu air lebih cepat.

Jika memakai air biasa, kutu air yang muncul lebih sedikit. Karena itulah, jangan menggunakan air biasa, baik itu air PDAM atau air sungai dan laut.

2. Rendam Daun Ketapang

Agar hasilnya lebih optimal, tambahkan kapur ke dalam kolam untuk menetralkan air di dalamnya. Jika sudah, sekarang waktunya merendam daun ketapang. Masukkan daun ketapang ke dalam kolam, lalu biarkan beberapa hari sampai membusuk.

Nantinya, kutu air akan langsung tumbuh dalam kolam tersebut.

Setelah beberapa hari, warna airnya berubah sedikit kecoklatan. Tak perlu khawatir dengan perubahan warna tersebut. Sebab, itu tandanya daun ketapang telah mengeluarkan zat asam tanin yang berguna sebagai sumber pakan ikan.

3. Masukkan Kapas Bekas Saringan Akuarium

Sebagian besar kendala petani kutu air pemula yaitu mendapati kolamnya tak menghasilkan banyak kutu air. Atau, kutu airnya tiba-tiba mati dan gagal panen. 

Solusinya, Anda bisa memasukkan bekas saringan akuarium ke dalam kolam. Biarkan selama beberapa hari, nantinya kapas tersebut akan menjadi sarang bertumbuhnya kutu air dalam jumlah besar.

4. Tambahkan Pupuk Kandang

Jika kutu air yang Anda hasilkan sedikit, sebaiknya tambahkan pupuk kandang atau kotoran ayam ke kolam. Bahan ini efektif sebagai makanan kutu air, sehingga mereka lebih cepat bertumbuh dan berkembang biak. Anda pun akan menghasilkan lebih banyak kutu air.

5. Memanen Kutu Air

Kalau semua cara di atas sudah Anda lakukan, sekarang tinggal menunggu waktunya panen. Biasanya Anda bisa memanennya setelah kolam didiamkan sekitar 7-11 hari. Untuk memanennya, jangan menggunakan jaring sembarangan. 

Pastikan Anda memilih jaring dengan bahan yang halus agar kutu air terangkat semua. Setelah terkumpul, cuci menggunakan air bersih di wadah lainnya. Kutu air pun siap dijadikan pakan ikan hias. Ulangi langkah 1 sampai 5 untuk melanjutkan panen kutu air berikutnya.

Pelajari juga:

Demikian cara budidaya kutu air dengan daun ketapang yang bisa Anda praktekkan sekarang juga. Mudah sekali kan? Anda bisa meniru tips ini untuk menyediakan pakan ikan hias peliharaan sendiri atau dijual ke orang lain. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *