Cara Kutu Air Berkembang Biak

Cara Kutu Air Berkembang Biak dan Cara Budidayanya

Diposting pada

BAHASHEWAN.ID – Mungkin bagi yang sedang budidaya kutu air ada pertanyaan “gimana sih cara kutu air berkembang biak?” Nah, pertanyaan seperti itu akan terjawab di artikel ini.

Kutu air adalah salah satu fitoplankton yang kerap dijadikan makanan untuk ikan ikan air tawar seperti cupang dan guppy.

Saat ini ternak kutu air juga sudah banyak dilakukan karena prosesnya yang cepat dan mudah. Lalu, bagaimana cara kutu air berkembang biak? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Macam-macam Kutu Air

Kutu air sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu Daphnia dan Moina. Kedua jenis kutu ini memiliki bentuk yang mirip.

Kutu Daphnia memiliki ukuran yang lebih besar dari pada kutu Moina dan memiliki warna coklat kemerahan. Apabila berada di kolam, akan tampak seperti titik kemerahan.

Kutu Moina sendiri bisa ditandai dengan adanya bulu kasar di permukaan tubuhnya. Sama seperti kutu Daphnia, kutu Moina memiliki warna coklat kemerahan. Kedua kutu ini bisa ditemukan dengan mudah di danau, kolam, parit dan sejenisnya.

Untuk siklus hidup, kutu Daphnia mampu bertahan hidup sekitar 30 hari, sedangkan untuk kutu Moina memiliki siklus hidup sekitar 12 hari.

Cara Berkembang Biak Kutu Air

Makanan untuk kutu air

Untuk cara berkembang biak, baik jenis Daphnia maupun Moina memiliki cara berkembang biak yang sama. Keduanya memiliki dua cara berproduksi, yaitu secara seksual dan aseksual.

Untuk cara berkembang biak secara seksual, kutu air jantan dan betina akan melakukan perkawinan guna menghasilkan anak kutu.

Pada perkembang biakan aseksual, kutu air tidak melakukan perkawinan dan akan bertelur tanpa perlu proses pembuahan.

Cara Budidaya Kutu Air

Cara pelihara kutu air sendiri cukup diminati banyak peternak ikan karena mudah dan cepat. Kutu air sendiri bisa dipanen dalam waktu seminggu sampai 10 hari, belum lagi kamu bisa melakukan budidaya dengan barang barang di sekitar kamu.

Ada pun cara memperbanyak kutu air, yaitu sebagai berikut.

  1. Cari Bibit

Pertama, kamu perlu mencari atau menghasilkan bibit kutu air terlebih dahulu. Bibit ini bisa kamu temukan di danau, parit maupun kolam. Kamu juga bisa menghasilkan bibit dengan menggunakan kol.

Cari kol yang hampir busuk kemudian cuci hingga bersih. Siapkan air di dalam wadah kemudian masukkan kol ke dalamnya. Diamkan sampai sekitar 4 hari hingga kol mengendap dan kutu air muncul ke permukaan air.

  1. Siapkan Wadah dan Air

Untuk cara ternak kutu air dengan ember kamu bisa memakai wadah ember. Pastikan wadah bersih dan kering, bisa dijemur terlebih dahulu beberapa hari. Kemudian kamu bisa melakukan pengapuran di wadah.

Selanjutnya masukkan air bersih ke dalam wadah ember atau kolam cukup hingga 20 atau 30 cm. Kemudian diamkan air sekitar 2 sampai 4 hari hingga warnanya kecoklatan.

Ketika sudah berwarna coklat, maka kamu bisa tambahkan dengan air bersih jangan memenuhi wadah dan diamkan lagi selama 3 atau 4 hari.

Kemudian taburkan benih ke kolam. Beri makan dengan pakan seperti kotoran puyuh, sayuran busuk sehari tiga kali.

Untuk pakannya bisa baca di artikel makanan untuk kutu air
  1. Pemanenan

Cara ternak kutu air tanpa aerator terakhir, yaitu proses pemanenan yang bisa kamu lakukan setelah 7 atau 11 hari.

Caranya yaitu dengan menggunakan jaring plankton kemudian cuci kutu sampai bersih. Kutu ini bisa digunakan pada ikan hias kecil atau cupang.

Adapun panduan mengenai cara budidaya kutu air dengan daun ketapang

Cara kutu air berkembang biak yaitu dengan dua cara dan pembuahan dan non pembuahan. Setiap bertelur kutu air bisa bisa memproduksi hingga 30 telur setiap hari. Ternak kutu bisa dilakukan baik untuk bisnis maupun untuk makanan ikan air tawar peliharaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *