Hewan Khas Bangka Belitung

Hewan Khas Bangka Belitung

Diposting pada

BAHASHEWAN.ID – Bangka Belitung merupakan wilayah perbukitan yang terletak di lepas pantai tenggara Sumatera. Selain dikenal sebagai daerah penghasil timah terbesar, Bangka Belitung juga memiliki keragaman fauna yang unik. Seperti 5 hewan khas Bangka Belitung berikut ini.

Sayangnya, keberadaan hewan khas daerah Bangka Belitung yang dibahas di sini mulai terancam punah. Padahal, beberapa diantaranya termasuk spesies kunci ekosistem yang berguna menjaga keseimbangan rantai makanan.

Hewan Khas Bangka Belitung yang Kini Terancam Punah

Hewan apa sajakah itu? Simak informasinya berikut ini.

1. Mentilin

Mentilin

Hewan mentilin termasuk primata karnivora yang ditetapkan sebagai fauna identitas Bangka Belitung. Nama latinnya adalah Tarsius Bancanus Bancanus atau biasa dikenal sebagai Tarsius Bangka, karena berasal dari Bangka. Tak heran jika mentilin sering disebut-sebut sebagai hewan asli pulau Bangka.

Hewan pemakan serangga ini termasuk hewan endemik yang hanya bisa ditemui di beberapa daerah, yaitu Bangka Belitung, Sumatera bagian selatan, serta pulau Kalimantan. Seiring banyaknya perambahan hutan ilegal, kini keberadaan hewan nokturnal ini mulai terancam punah.

Padahal, manfaat hewan mentilin sangatlah banyak. Meski berukuran kecil, hewan ini adalah pemangsa serangga yang baik. Jika keberadaannya semakin sulit ditemukan, maka populasi serangga meningkat dan menjadi hama yang mengganggu pertanian warga. 

2. Pelilian 

Pelilian

Pelilian juga termasuk hewan tarsius yang mirip dengan mentilin. Bedanya, hewan ini berasal dari Belitung dan memiliki nama latin Tarsius Bancanus Saltator.

Pelilian lebih suka tinggal di pohon dan akar bambu. Biasanya, hewan mungil bermata besar ini memakan berbagai jenis serangga, seperti jangkrik, kumbang, belalang, hingga semut dan kupu-kupu.

Sama halnya dengan mentilin, pelilian merupakan hewan khas Bangka Belitung yang kini juga mulai terancam punah.

3. Kukang Bangka

Kukang Bangka

Hewan khas yang ada di daerah Bangka Belitung selanjutnya adalah kukang Bangka (Nycticebus Bancanus). Pemangsa yang dikenal memiliki gerakan paling lambat di dunia ini sering ditemukan di hutan karet di wilayah pulau Bangka.

Biasanya para petani karet juga menanam pohon buah, seperti nangka, petai, dan cempedak. Buah-buahan itulah yang menjadi makanan kukang Bangka setiap harinya.

Dulunya, kukang Bangka termasuk varian kukang Borneo yang statusnya kini mulai terancam punah. Hanya saja, kini diberi nama sendiri, yaitu kukang Bangka yang memiliki ciri khas pola warna terang pada wajahnya.

Selain itu, kukang Bangka memiliki telinga berambut panjang, cincin gelap di sekitar mata, serta racun tubuh untuk pertahanan diri.

4. Binturong

Binturong, hewan khas bangka belitung

Binturong yang bernama latin Arctictis Binturong adalah hewan sejenis musang yang biasanya dijuluki sebagai gabungan antara kucing dan beruang. Karena hewan ini memiliki kumis lebat seperti kucing dan bertubuh besar layaknya beruang.

Hewan khas dari Bangka Belitung ini memiliki ciri khas mengeluarkan bau tak sedap untuk menandai wilayah kekuasaannya. Binturong termasuk karnivora yang memangsa burung dan hewan pengerat. Uniknya, binturong juga memakan dedaunan dan buah-buahan. 

5. Bulus / Labi-Labi

Labi-Labi

Kalau ini termasuk fauna khas Bangka Belitung yang hidup di air. Bulus memiliki bentuk tubuh yang unik. Bentuknya oval, pipih, dan tidak memiliki sisik.

Biasanya ditemukan di perairan tenang seperti danau atau sungai untuk memakan ikan atau hewan-hewan kecil di dalam air.

Ketika bertelur, bulus mengubur telurnya hingga 40 hari di dalam pasir. Meski dalam sekali kawin bisa menghasilkan 10-30 telur, namun keberadaan bulus kini mulai terancam punah. 

Demikian informasi tentang hewan khas Bangka Belitung yang keberadaannya mulai terancam punah. Saat ini berbagai lembaga lingkungan hidup gencar melakukan konservasi, agar fauna kepulauan bangka Belitung di atas tetap lestari.

Nah, sebagai masyarakat umum, salah satu kontribusi yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan mereka adalah dengan tidak melakukan perburuan liar. Setuju?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *